Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bedah Buku Pecinan Semarang dan Dar-Der-Dor Kota Semarang


    "Membongkar Stereotip Tionghoa, Merekatkan Indonesia"

    Selama masa Orde Baru, etnis Tionghoa direpresi habis-habisan secara kultural dan politik. Ruang gerak mereka dibatasi di ranah ekonomi, yang akhirnya justru makin memperkuat stereotip Tionghoa dan kecemburuan sosial dari etnis lain. 

    Pasca Reformasi, angin segar berhembus bagi etnis Tionghoa dengan kebijakan-kebijakan KH Abdurrahman Wahid yang pluralis. Gus Dur mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membebaskan etnis Tionghoa merayakan identitas dan budaya mereka, termasuk Imlek.

    Namun belakangan ini, sentimen anti-Cina tampaknya mengemuka lagi. Tuduhan penistaan agama kepada Ahok, isu banjir tenaga kerja dari Cina, ujaran-ujaran kebencian pada etnis Tionghoa, menunjukkan luka lama belum sembuh. 

    Pecinan Semarang adalah saksi dari penindasan, sekaligus praktik pluralisme. Jejak represi tampak dari dikeprasnya arsitektur dan simbol-simbol "Cina". Di sisi lain, di pasar dan dalam pergaulan sehari-hari, terlihat pembauran yang damai antara etnis Tionghoa dengan "pribumi". Kedua sisi itu diungkapkan Tubagus P. Svarajati dalam bukunya "Pecinan Semarang dan Dar-Der-Dor Kota". 

    Membedah buku ini, kita - khususnya warga Semarang - akan belajar banyak dari sudut pandang orang 'dalam' maupun akademisi tentang pelekatan stereotip pada etnis Tionghoa serta upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk membongkarnya.

    Waktu: Sabtu, 4 Februari 2017 (pk. 18.30 WIB s/d selesai)
    Tempat: Aula Yayasan Widya Mitra, Jl. MT Haryono 360 Semarang

    Narasumber:
    1. Tubagus P. Svarajati (Penulis)
    2. DR. Widjajanti Dharmowijono (Peneliti Pencitraan Tionghoa dalam Sastra Kolonial Belanda)
    3. Triyono Lukmantoro (Dosen Sosiologi Komunikasi FISIP Undip)
    4. Asmarani Februandari (Peneliti Pecinan Lasem dan Semarang)

    Moderator:
    Achiar M. Permana (Dewan Redaksi Tribun Jateng)

    HTM: GRATIS!
    Narahubung: Hesti (0882-1500-7257)

    Sumber: Ellen Kristi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728